SMK Grafika Desa Putera Jakarta Goes to Purwakarta and Yogyakarta

Kamis, 11 Januari 2018 | 15:52:30

 

Hay guys kembali lagi dengan kami tim dari Inkdepe, kali ini kita mau bagi-bagi cerita soal kunjungan kelas XI ke Jawa Tengah dan Yogyakarta dalam rangka Kunjungan Industri dan Sosial Budaya. Sudah menjadi kegiatan setiap tahun di SMK Grafika Desa Putera melaksanakan kegiatan ini. Tahun ini sekolah kita mendapat kesempatan kunjungan industri ke PT. Pendjalindo Nusantara (Kelompok Kompas Gramedia) di daerah Purwakarta. Wuihh, Gramed bro, kebayang kan, betapa besarnya perusahaan tersebut. Omong-omong, selama kami disana, kami dipandu oleh beberapa kakak alumni SMK Grafika Desa Putera diantaranya Ka Hari Purnomo dan Ka Eko Suwartono, keren banget deh mereka! Nah, selama di PT. Pendjalindo Nusantara, kami diajak untuk mengelilingi ruang-ruang kerja para pegawainya. Kamipun diajak untuk menyimak bagaimana proses berhasilnya atau dibuatnya suatu produk kemasan pesanan customer mulai dari tahap penerimaan desain hingga tahap packaging. Sekilas kedengarannya gampang kalau hanya desain-desain dan sebagainya, tapi dibalik itu semua, ada sangat banyak tahapan proses yang dilalui dari data mentah menjadi suatu barang jadi. 

 

Proses yang paling pertama dan utama adalah penerimaan request order dari customer dengan memberikan soft file atau email yang berisikan rough (sketsa kasar) dari produk yang diinginkan. Email yang dikirimkan harus berisi tentang oplag, bahan yang digunakan, jumlah order, design asli customer, serta keterangan lainnya yang bersangkutan dengan model pesanan. Kemudian percetakan Metaform akan mengalihkan semua order menjadi suatu form untuk dijadikan dasar membuat produk pesanan. Jika customer sepakat dengan semua rancangan, percetakan Metaform siap untuk memulai proses kerja. Mulai dari membuat dummy dengan bantuan komputer dan mesin pendukungnya, menentukan keseimbangan warna, membuat pelat dengan sistem CtP (Computer to Plate). Kemudian dimulai lah proses pencetakan diatas bahan kertas yang di butuhkan customer, lalu dilanjutkan dengan proses laminating (terdapat 2 pilihan di dalamnya, yaitu laminating doft dan laminating glossy). Dan tahapan berikutnya bisa ditebak, yaitu pemotongan ke bentuk jadi pesanan (die cutting), setelahnya produk yang sudah memiliki pola diproses untuk pengepressan agar terbentuk garis-garis lipatan (riil). Yang terakhir adalah tahapan pemberian lem pada tiap-tiap sisi alas dan samping, serta tidak ketinggalan proses packaging. Selesailah sudah proses pembuatan kemasan di percetakan Metaform, PT. Pendjalindo Nusantara dan selesai pula lah perjalanan kami di percetakan Metaform. Semoga dari pengalaman ini, banyak siswa-siswi SMK Grafika Desa Putera yang memiliki minat untuk menghabiskan masa Prakerin di PT. Pendjalindo Nusantara, Purwakarta.

 

Setelah kunjungan industri tersebut, bus kami melaju langsung menuju Yogyakarta untuk melanjutkan kegiatan kunjungan sosial budaya. Berangkat pada pukul 13.00 wib setelah makan siang dan sampai di Jogja pukul 01.00 malam. Setibanya di Jogja kami di beristirahat di Wisma PTPM yang terletak tidak jauh dari jalan Malioboro, yang sudah jadi andalan siswa/siswi SMK DP untuk menginap di sana.  Kami diarahkan untuk briefing pembagian kamar yang udah ada dibagi Unit I, Unit II, Unit III, dan Unit IV. Setiap unit terdiri dari beberapa kamar yang setiap 1 kamarnya terdiri dari 4 atau 5 orang. 

Esok hari, kami bersiap menuju beberapa tempat yang terkenal di Yogyakarta dan Magelang yaitu ke Candi Prambanan dan Candi Borobudur.  Dipandu oleh Guru Sejarah Indonesia kami Bapak Jusup Adji Nugroho. Beliau bercerita tentang seluk beluk atau sejarah Candi Prambanan (ceritanya panjang, baca di laporan kelas XI aja ya, hehehe). Kompleks Candi Prambanan yang terletak di perbatasan antara Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah bukan satu-satunya objek yang layak dikunjungi, ada banyak candi lain yang dapat menjadi tujuan wisata. Memang, candi-candi lain tersebut lebih kecil, namun juga indah dan sangat menarik. Uniknya, walaupun Prambanan adalah candi Hindu, banyak candi yang berada di sekitarnya merupakan candi Buddha. Candi-candi di seputaran Prambanan antaran lain yaitu ada Candi Kalasan, Candi Sewu, Candi Plaosan Lor, dan Candi Borong.

Lanjut kita berangkat ke Candi Borobudur. Setelah melakukan pembelajaran di Candi Prambanan, kita langsung menuju pembelajaran ke Candi Borobudur yang letaknya cukup jauh dari kawasan Candi Prambanan, yaitu Magelang, Jawa Tengah. Candi ini berlokasi 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Untuk mencapai ke  atas candi Borobudur ini sekiranya kita harus melewati 61 tangga dan 10 tingkatan di candi tersebut untuk bisa melihat pemandangan alam nan hijau dari atas candi Borobudur. Dan hasilnya ga sia-sia loh guys, meskipun capek naik tangga dan diiringi rintik gerimis yang manis tapi semuanya terbayar setelah sampai di puncak candi Borobudur. Setelah kegiatan dari candi Borobudur kami lanjut berziarah ke Makam Romo Sanjaya. Bagi siswa-siswi dan guru yang beragama Katolik dan Kristen berdoa di sini, dan bagi rekan-rekan yang beragama lain diperkenankan melihat-melihat sekitar atau menunggu di dalam bus. Selanjutnya kami makan malam di Restoran Pring Sewu, sekali-sekali kita perbaikan gizi ya teman-teman. Di restoran ini, jika ada teman kalian yang berulang tahun di bulan saat kunjungan akan mendapatkan ucapan selamat dari pihak Pring Sewu dan juga mendapat hadiah minuman segar. Akhirnya setelah makan malam kami pulang ke wisma untuk istirahat. Malam hari karena penginapan kita dekat dari jalan Malioboro, kitapun menikmati malam di sepanjang jalan Malioboro.


Esok harinya kami akan melakukan kegiatan kunjungan sosial budaya ke Museum Sonobudoyo, Keraton Ngayogyakarta dan Museum Kereta Kencana serta wisata kota ke daerah sekitar Malioboro. Di museum Sonobudoyo kita diperkenalkan oleh koleksi-koleksi jaman era batu, tak cuma era batu kami juga diperkenalkan dengan asal usul khas batik Jawa dan juga wayang tradiosional. Sedangkan di keraton Yogyakarta kami di perkenalkan dengan bangsal atau istilah kata lainnya adalah tempat-tampat yang ada di sekitar keraton baik itu peninggalan dari Raja/Sultan yang pada masa itu menjabat di daerah Yogyakarta. Di keraton Yogyakarta kami dipernalkan dengan berbagai senjata, baju dinas dan gamelan terdahulu. Untuk selanjutnya rombongan kami menuju ke museum Kereta Kencana yang letaknya tidak jauh dari Keraton Yogyakarta. Museum Kereta Kencana ini adalah milik keraton Yogyakarta yang dahalu di pakai sebagai alat transportasi Raja atau Sultan di Yogyakarta. Museum Kereta Kencana ini memiliki koleksi sekitar 23 kereta yang diantaranya adalah pemberian dari Gubernur Spanyol. Tak cuma memiliki kereta kencana, museum ini juga memiliki beberapa kuda untuk menarik kereta tersebut. Perjalanan tidak hanya sampai di situ, setelah makan siang kami diberi waktu bebas untuk wisata kota di daerah Yogyakarta ada yang ke Benteng Van den berg, Taman Sari, Pasar Beringharjo, dan tempat lainnya. Kebetulan hari itu adalah hari jumat dimana setiap umat Islam menjalankan ibadah sholat jumat. Hal ini merupakan suatu keuntungan bagi guru dan murid Smk Desa Putera yang beragama Islam karena dapat menumaikan ibadah sholat jumat di Masjid Agung Gedhe, dan beruntungnya khotbah diberikan langsung oleh Bapak Amien Rais (mantan Ketua MPR), wah beruntung sekali teman-teman kita bisa bertemu dan mendengar ceramah beliau.

Pada malam terakhir sebelum pulang, OSIS SMK Desa Putera mengadakan acara tukar kado dengan minimal harga Rp. 10.000,-/orang. Kado harus yang berfaedah bagi sesama ya. Menurut kami kelas XI, acara tukar kado ini merupakan puncak kebersamaan ketika membuka kado. Setelah itu kami packing dan beristirahat.

Pagi harinya kami mempersiapkan diri untuk kembali ke Jakarta lalu kami bergegas pulang. 
Sekian artikel kami tentang Trip To Jogja. See you on next post.

 

 

written by: Azzahra, Fransisca Mega, HN.